Makna Kata

Berkata-kata itu mudah, anak baru belajar berbicara saja mampu mengucapkan semua keinginannya kepada Bundanya. Mulutnya sulit untuk di hentikan untuk berkata-kata. Banyak Ibu yang mengatakan, hanya disaat tidur saja mereka baru berhenti merengak dan bertingkah. Tapi wajar, karena si kecil sedang hobi dan ketagihan berkata-kata. Tapi jika itu orang dewasa? Bukan banyak berkata yang kita salahkan, tapi arti dari kata yang dikeluarkannya itu yang kita pertanyakan.

Saya merasakannya, terkadang saya dengan mudah bisa menyampaikan kepada adik, teman-teman dan bahkan orang tua untuk melaksanakan sholat tahajud, tapi saya sendiri tidak melakukannya. Saya sendiri sering ketiduran, bahkan alarmpun sudah berbunyi, tapi tanpa dosa saya mematikannya begitu saja dan seolah-olah alarm itu tidak pernah berbunya selama semalam suntuk. Padahal baru sebelum tidur saya menyampaikan kepada adik dan orang tua saya, Nanti malam bangun ya dik tahajud dan banyak meminta kepada Allah. Ibu juga bu, biar Allah memudahkan urusan kita. Tapi sayanya malah ngorok sampai adzan subuh berkumandang.

Jadi teringt peringatan Allah pada kita dalam surat Ash-Shaf : 3  “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”. Saya jadi berfiir, sudah berapa banyakkah kata-kata yang saya ucapkan untuk orang lain, sementara saya tidak melakukannya? Lalu apa yang harus saya lakukan untuk menebus semua kesalahan itu? Rasanya dada ini sempit dibuatnya. Dosa-dosa itu datang menghakimi saya dalam seketika.

 

Iklan

About the post

Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: