Perjalanan Panjang

jalan

Perjalan panjang yang berliku penuh onak dan duri. ada tawa dan canda, ada saatnya kita menangis bersama karena perjuangan yang kita tempuh, ada saatnya air mata itu bercampur dengan senyuman penuh makna atas berhasilan dari perjuangan saudara kita. Bukan kita pelakunya, tapi saudara kita, tapi ketika mereka menangis atas kemenangan yang merekah peroleh, kita ikut menangis bukan? Ya, karena kemenangan mereka juga kemenangan kita. Kita di satukan bukan karena ikatan tali nasab, tapi di satukan karena ikatan ukhuwah. Inilah yang menjadi landasan utama kita menempuh jalan panjang yang berliku penuh onak dan duri ini.

 

Teringat kisa hijrahya rasul dan para sahabat ke kota madina al munawarah, bukan karena tali nasab yang menyatukan mereka, tapi tali ukhuwah yang begitu indah di antara mereka, tidak hanya ingin sekedar berbagi tempat tinggal, harta, tapi juga mau berbagi istri. Pilih lah salah satu dari istriku untuk mu wahai Abdurrahman, maka akan aku ceraikan dia. dengan indah Abdurrahman menjawab, cukup tunjukkan kepadaku dimana pasar wahai saudaraku. Indah nian apa yang mereka lakukan. Membuat kita semua cemburu bukan. Setiap kali kita telusuri perjuangan berat mereka dalam lembaran-lembaran siroh, sering kali mata ini menangis membaca siksaan-siksaan yang mereka terima, beratnya perjuangan yang mereka lakukan, kemudian bertanya di dalam hati, andai aku hidup dimasa mereka, mampukah aku menghadapi semua derita yang mereka hadapi? Wallahu A’lam.

 

Tapi semakin lembaran siroh itu di telusuri, menembus segala penjuru kota mekah dan madinah, melintasi padang gurun pasir yang tandus, subhanallah ternyata disana tersimpan rahasia besar keberhasilan mereka dalam perjuangan ini, hanya dua hal saja ternyata yang mereka lakukan, yang pertama ketaatan kepada Allah dan Rasulnya, serta yang kedua keimanan yang kuat yang di refleksikan melalui ikatan ukhuwah yang mendarah daging. Indah betul setiap perjuangan yang mereka lakukan. Ukhuwah yang tidak hanya sebatas mengenal, tapi sampai kepada tingkat itsar yang terasa menyejukkan di padang pasir yang tandus sekalipun, mampu melepaskan dahaga di terik mentari yang panas membakar kulit wajah mereka. Karena mereka selalu mendahulukan berprasangka baik kepada saudara-saudara seiman mereka.

 

Hm jalan panjang nan berliku ini, tidak di taburi mawar tapi di taburi duri yang jika tidak hati-hati akan melukai setiap kaki-kaki yang menempuhnya, tapi sungguh luka itu tidak akan merusak fisik, tidak akan merusak jiwa, tapi luka itu justru akan semakin membuat kita kuat bukan? Alasannya sederhana, karena kita merindukan syahid di jalan Allah. Dan akhirnya rasa sakit, hinaan, cacian dan makian yang kita terima di jalan panjang ini tidak membuat kita mundur, walau hanya selangkah, tapi akan membuat kita semakin kuat dan semakin bersemangat menelusuri jalan panjang yang berliku ini. Bahkan setiap rsa sakit yang kita dapatkan, setiap cacian dan hinaan yang kita peroleh di jalan panjang nan berliku ini membuat kita semakin tersenyum, karena syurga semakin dekat ke arah kita bukan?

 

Ah indah betul perjalanan panjang ini, karena dalam menempuh perjalanan panjang nan berliku ini, sami’na wa atho’na menjadi ciri khas kita bukan. ketika taklimat disampaikan kepada kita, dengan hati penuh tsiqoh kita bergerak menuju lokasi. dan menjalankan semua apa yang di taklimatkan kepada kita semaksimal mungkin. Kita tidak pernah menjadikan hasil akhir menjadi target utama kita dalam menjalankan semua apa yang menjadi agenda dakwah kita. tapi yang menjadi target utama kita adalah bagaimana kita mampu berbuat sebanyak dan semaksimal mungkin untuk dakwah ini, dan masalah hasil kita serahkan kepada Allah. karena kita yakin akan satu hal, bahwa Allah tidak akan membiarkan kita bekerja sendiri. Dia selalu ada disetiap pekerjaan yang kita lakukan, sehingga kemenangan di berikan untuk kita, untuk dakwah kita. Berbuat kebaikan, terus berbuat kebaikan, terus berbuat kebaikan sampai kapanpun. Itulah yang kita lakukan selama ini.

Iklan

About the post

Uncategorized

2 Comments

Add yours →

  1. Thanks atas berbaginya,, izin share y k’..?? kaetika awak mmbaca posting ini,, teringat pesan orang bijak bahwa “kita sekarang sedang berjalan menuju Tuhan”…salam kenal dan dalam uhkwah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: