Aku Rindu Kawan…

384348_282543528443795_2124840216_a
Aku telah tercampak dari kehidupan yang indah itu. Aku telah kehilangan segalanya. Saudara, Adik, Teman, Kakak, semuanya telah pergi dan tidak ada yang bersedia menyapaku sedikitpun. Tidak ada yang mau berhenti sejenak untuk menanyakan bagaimanakah kabar imanku hari ini? Bagaimanakah kabar diriku hari ini? Baru ku sadari ternyata aku benar-benar sendiri. Aku telah terbuang. Aku telah tercampak kawan.

Adakah di antara saudara2ku yang bertanya ketika aku di pojokkan oleh banyak orang? Ha…. Tidak satupun yang bertanya. Tapi aku tau, engkau juga merasa sakit bukan ketika aku di sakiti. Karena kita bersaudara. HMMM. Saudaraku, aku rindu wisma kawan Aku rindu makan di piring ukhuwah bersama mu saudaraku. Aku rindu mencicipi minummu yang ada di gelas orange kita itu. Aku rindu segalanya kawan.Aku juga rindu teriakan mu kawan. Masih ingatkah kenangan kita mandi ke luak?

Masih ingatkah jam 04.00 pagi kita pergi keluak pas ketika kita lagi paceklik air? Aku ingin menikmati itu lagi kawan. Ramai-ramai angkat air dari musholah. Bilakah masa itu akan kembali lagi wahai saudaraku? Aku rindu, rindu pada semua itu. Aku rindu masa itu, masa pembinaan di rumah pembentukan kepribadian kita WISMA BAROKAH. Kau selalu di hati.

Kawan, ternyata benar kata orang sesuatu itu akan terasa manfaatnya ketika kita sudah tidak ada lagi disana. Aku ingin kembali menikmatinya. Mendengarkan teriakan akhwat ketika waktu makan datang dengan sapaan yang khas, “Hayya na’kul akwatifillah”. Sekali2 kudengarkan pelesetan dari sebutan akhwat menjadi “Akhwaiiik”pun akhirnya menjadi panggilan sayang kita.

Tidak hanya itu kawan, terkadang masa pancarobapun datang melanda kita, sering kita kehabisan beras, sehingga kita harus berhutang beras ke Jiran kita yang tinggal di musholah. (Apa sudah dibayar hutang kita itu?) Bahkan ada saatnya sakit masal terjadi di rumah pembentukan kepribadian kita. Dan Ibu Bidan Nenipun di hadirkan.

Ada adik2 yang pulang dari luak dengan nafas memburuh dan dengan wajah ketakutan, ketika ditanya, “Kenapa dik?” dengan nafas tersengal2 tu adikl menjawab. “Kak, kami di teriaki pak Ci’ok kak, gak boleh mencuci di luak, Bapak tu lagi mandi di sana”. Ah adikku, tapi hal itu tidak membuatnya kapok lalu keluar dari wisma, malah semakin membuatnya cinta dengan wisma. saking cintanya ke wisma ketika di pindahkan ke wisma yang lebih elite, semua mereka menangis bombay. “KAmi tidak mau kak. Kami mau di sini saja”. Padahal mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra ketika tinggal di wisma. Tenyata wisma yang selalu kita sebut dengan istilah bengkel itu telah membuatmu menjadi tangguh dik.

Aku rindu kawan, rindu dengan suasana syukuran milad akhwat yang sering kita jadikan sebagai moment untuk evaluasi besar-besaran dalam rangka mengikatkan kembali ikatan hati kita. Acara yang di awalnya penuh pengungkapan semua kekurangan dan kejelekan2 kita masing2 yang kemudian kita isi dengan muhasabah singkat tentang hati kita, dan setelah berminggu2 kita akan membicaraan moment itu tiada henti.

Ah, semua kenangan itu sangat indah kawan. Gedoran di pintu untuk membangunkan tahajut di pertigaan malam, ternyata telah menjadi irama paling indah di telingaku. Usapan lembut tangan akhwat di keningku ketika aku sakit merupakan belaian yang paling aku rindu saat ini. Antri mandi pagi berdesakan adalah suasana yang paling aku inginkan saat ini. dan satu lagi kawan, bernyanyi dengan suara fales bersana para akhwat juga ingin kembali aku nikmati kawan, Begitu indah ternyata ukhuwah itu….

Iklan

About the post

Kisa Inspirasi

2 Comments

Add yours →

  1. rindu obatnya harus ketemu ya ? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: