Siapkah STAIN Batusangkar Menuju UIN?

Pergantian kepemimpinan itu sudah terjadi. Disamping memang waktunya sudah tiba, namun juga mengandung misi yang sangat penting bagi STAIN itu sendiri. Yakni dalam rangka menyongsong UIN 2012. Benarkah? Wallahu a’alam. Yang jelas perbaikan demi perbaikan beberapa tahun belakangan ini senantiasa dilakukan. Baik di bidang srtuktural maupun infra sruktural. Segala lini diperbaiki. Bahkan dalam pergantian kepemimpinan itu, gelar akademik dan golongan menjadi syarat utama bagi seorang calon pemimpin STAIN Batusangkar kedepannya. Maka terpilihlah Prof. Dr. Hasan Zaini, semoga beliau mampu mendayung biduk STAIN ini menuju UIN 2012. Tetapi, benarkah semuanya dipersiapkan untuk menuju UIN 2012? Atau semua itu tinggal cita-cita. Karena biasanya berbeda pemimpin, berbeda pula impian dan visinya.
Namun dilihat secara struktural maupun Infra stuktural sepertinya impian itu semakin nyata. Kwalitas tenaga pendidik (dosen-red) senantiasa di tingkatkan. Itu dapat dilihat dari bannyaknya para dosen yang melanjutkan Studi mereka. Baik yang yang melanjutkan S2 maupun melanjutkan ke S3. dan yang lebih penting lagi, adalah para dosen yang tengah menempuh pendidikan S2 dan S3 tidak dibiarkan begitu saja oleh pihak STAIN, namun berikan bantuan dana pendidikan. Walaupun itu tidak keseluruhan. Hal ini bisa terjadi, tentu berkat kebijakan yang diambil oleh pemimpin,dalam hal ini Ketua STAIN, yang saat itu masih di jabat oleh bapak Syukri.
Dan di tinjau dari Infra Strukturalnya, sepertinya STAIN juga sudah siap untuk menyonsong UIN 2012. Lihatlah gedung lima lantai itu, berdiri dengan megahnya. Karena didesain dengan begitu apik dan rapi. Bahkan beberapa kali mahasiswa dari luar pernah berkunjung ke kampus ini, mereka berdecak kagum melihat gedung lima lantai itu. Apalagi ditambah dengan desain ruangan dosen dilantai empat yang begitu tertata dengan rapi. Dan di lantai lima akan terlihat gedung Student centere yang dikelilingi dengan sekre-sekre ORMAWA ( Organisasi Mahasiswa). Bila sudah berada di lantai lima ini, maka arahkanlah penglihatan kearah barat, maka akan terlihat lapangan tennis yang begitu luas. Yang menambah indah pemandangan. Subhanallah. Maha suci Allah yang menciptakan pemandangan itu begitu indah. Maka bisa dikatakan kampus STAIN merupakan kampus paling megah bagiku saat ini, jika dibandingkan dengan kampus-kampus lainnya di Sum-Bar ini.
Namun, ternyata pihak pengelolah pembangunan kampus ini lupa akan satu hal yang sangat kecil dalam pembangunan infra struktural kampus, yakni kamar kecil. Walaupun Cuma kamar kecil, namun perannya sangat besar dan urgen sekali. Dan juga musholah kampus. Sudah saatnya STAIN Batusangkar membangun sebuah mesjid, karena musholah kecil itu sudah tidak sanggup menampung mahasiswa STAIN Batusangkar yang tahun ke tahun semakin bertambah banyak. Apalagi sarana untuk berwudhu’ ternyata juga luput dari perhatian pihak kampus. Karena hanya ada satu tempat berwudhu’ untuk laki-laki dan satu untuk wanita. Yang lebih menyedihkan adalah tempat berwudhu’ wanita yang hanya bisa menampung tiga orang saja. Alhasil di kamar kecil yang hanya muat tiga orang itu terjadi antrian panjang. Dan akhirnya banyak dari mahasiswi yang memilih tidak sholat sama sekali. Karena tidak mau terjebak antri yang begitu lama, dan takut terlambat kuliah. Karena kalau terlambat di omeli sama dosen. Lalu apa solusinya?
Keluar sebelum orang azdan? Itu juga tidak mungkin. Karena banyak dari Dosen-dosen yang tetap melanjutkan kuliah walaupun adzan berkumandang. Karena takut materi tidak sampai, jadi lanjutkan saja. Dengan dalih tanggung, tinggal sedikit lagi. Apakah seperti ini profil UIN 2012?
Kasihan memang keadaan yang seperti ini. STAIN kaya akan gedung megah, namun miskin akan kamar kecil ( WC-Red).
WC bukanya tidak ada di kampus tercinta ini, banyak sebenarnya. Jika kita berjalan menuju gedung lima tingkat kebanggaan Mahasiswa dan dosen STAIN Batusangkar ini, maka kita akan menemukan WC yang begitu indah dan elit di setiap ujung ruangan, namun tidak dialiri oleh air, walaupun ada namun tidak memadai. Yang lebih parahnya lagi, ternyata ada mahasiswa yang nekat buang hajat di WC yang tidak di aliri air sedikitpun. Padahal mereka tahu dan mengerti bahwah buang hajat harus beristinjak. Masya Allah. Padahal mereka juga paham bahwa kebersihan sebagian dari pada iman. Namun hadits tinggal hadits dan pengetahuan tinggal pengetahuan. Sehingga kebersihan WC yang seharusnya masih bagus, karena belum di operasikan, ternyata sudah tercemar. Yang menyedihkan lagi, yang menjadi sasaran kemarahan pengelolah infra struktural adalah mereka-mereka yang bekerja sebagai clining service. Ternyata ulah kaum intelek itu telah mendzolimi para pekerja CS tersebut. Padahal mereka tidak tau menau tentang semua itu. Para mahasiswa yang identik dengan kepintaran ternyata tidak bermoral. Tidak memiliki empati sedikitpun terhadap mereka. Bahkan ketika dikatakan, dengan santai mereka berkata, ‘kan ada yang bersiin”. Seperti inikah mahasiswa islam? Yang bernaung di bawah payung UIN nantinya? Bukankah itu akan merusak citra kampus sendiri dan merusak islam itu sendiri?
Dan yang lebih parahnya lagi adalah para mahasiswa islam itu, masih sibuk memukul drumnya sekalipun azdan sudah berkumandang. Mereka merasa tidak terpanggil ketika Sang Kekasih Sejatinya memanggilnya untuk istirahat sebentar. Untuk menikmati perjalan Tamasya Jiwa yang hanya 10 menit lebih kurang, hanya dengan alasan, kalau dihentikan, maka inspirasi akan hilang. Bahkan semakin keras adzan berkumandang, semakin keras pula mereka memainkan alat musik mereka. Naudzubillahi Mindzalik. Lalu dengan kondisi mahasiswa yang seperti ini, acuh tak acuh terhadap seruan Allah, masih pantaskah dikatakan mahasiswa islam? Yang berada di bawah naungan UIN 2012 nantinya? Apakah iya STAIN sudah benar-benar siap menuju UIN 2012? Sebelum mnenjadi Universitas saja, sudah berjamuran mahasiswa-mahasiswa yang liberal, yang cinta akan kebebasan tak terkontrol. Apalagi sudah menjadi UIN nantinya. Maka akan semakin besar tantangan yang akan dihadapi oleh STAIN kedepannya. Tetapi, kita berharap STAIN di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Hasan Zaini, ketua yang terpilih mampu memainka peran sebagaimana mestinya. Sehingga bisa membawah STAIN kearah yang lebih baik lagi. Wallahu A’lam Bishawab.

Iklan

2 Comments

Add yours →

  1. yaaaaa mesti gimana lagi klau di protes nanti bisa di skor.

  2. liberal atau tidaknya suatu kampus
    tergantung peimpinannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: